senjata adat suku jawa tengah,jawa timur,jawa barat

Pelajar Web Id - Senjata tradisional khas suku Jawa ini dipercaya memiliki kekuatan atau kesaktian tertentu. Sebagai pembuat senjata keris, para Mpu terdahulu, juga menyisipkan mantra-mantra dalam proses pembuatan senjata tradisional keris.

Ken Arok dengan kisah keris Mpu Gandringnya yang melegenda sebagai bukti kehebatan senjata keris ini karena mampu menjadikannya sebagai sang penguasa kerajaan Singosari.

Sebagai salah satu kelompok etnis terbesar dan peradaban tertua di Indonesia, sehingga tidak heran jika kita dapat menemukan banyak pengetahuan baru mengenai Jawa setiap harinya. Mulai dari tradisionalnya yang rumit, kesenian budaya yang beragam, sampai kisah dan filosofi di balik adat-istiadatnya.

Beragam aspek dalam kebudayaan Jawa yang dapat kita eksplorasi lebih dalam. Setiap wilayah di pulau Jawa pun mempunyai pandangan tersendiri untuk mengimplementasikan kebudayaan mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Hari ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang salah satu unsur unik di pulau Jawa.

Hingga sekarang senjata tradisional terus menjadi salah satu unsur kebudayaan paling unik di pulau Jawa. Hal ini bisa terjadi karena profesi besi dianggap sebagai pekerjaan penuh prestise di wilayah Jawa.

Banyaknya ritual dan persiapan yang harus mereka hadapi sebelum membuat satu senjata mengakibatkan profesi pandai besi dalam kebudayaan Jawa begitu dihormati. 

Misalnya saja, seorang pandai besi akan bermediasi dan berpuasa dengan tujuan mencapai kesempurnaan dalam karya mereka. Hal inilah salah satu hal yang menjadi alasan mengapa senjata tradisional khas suku Jawa dapat bertahan dalam waktu lama.

Dari penjelasan diatas kita dapat menarik benang merah bahwa pengertian senjata tradisional adalah produk budaya yang melekat pada hubungan antar masyarakat yang digunakan sebagai identitas sosial. Hal tersebut merupakan eksistansi yang mampu memperkenalkan khazanah kebudayaan Nusantara.

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Berikut adalah senjata tradisional (adat) khas suku Jawa yang masih dipergunakan oleh masyarakat Jawa, di antaranya antara lain:

Senjata Tradisional Keris

Senjata Adat Pulau Jawa

Keris merupakan salah satu senjata tradisional provinsi Jawa Tengah yang pertama dan populer. Senjata ini mempunyai nilai seni yang sangat tinggi, kemampuan daya serangnya bisa melumpuhkan dari jarak dekat. Hal tersebut yang menyebabkan senjata keris menjadi salah satu senjata idaman orang terdahulu.

Walaupun keris juga dimiliki oleh berbagai daerah di Indonesia, tapi keris yang sangat populer adalah keris Jawa. Di mana keris Jawa cenderung lebih populer disebabkan keris Jawa memiliki berbagai macam ukuran dan bentuk. Dari yang berlekuk (3,5,7) , tanpa lekukan dan tentu masih banyak lagi.

Sir Thomas Stamfor Bingley Raffles atau dikenal juga dengan nama sapaan Raffles, mulai mengawali penelitian di candi Sukuh yang terletak di kaki gunung Lawu pada tahun 1817 M.

Raffles menemukan fakta dalam penelitian ini bahwa desain keris yang kita kenal pada saat ini muncul di tanah Jawa sekitar abad ke-15, ketika kerajaan Majapahit sedang berkuasa. Ia mengungkapkan bahwa keris yang diproduksi pada saat itu kemungkinan besar lahir dari tangan Bhima yang saat itu mengambil perang sebagai pandai besi.

Sekarang ini, keris mulai beralih fungsi sebagai koleksi seni sampai benda spiritual. Beda halnya dengan senjata jenis lain, senjata keris memiliki pola, bentuk, dan ukiran yang membuatnya khas serta unik.

Berbahan dasar potongan kayu, gading langkan hingga emas. Keris kadang dianggap mempunyai kekuatan magis di dalamnya. Hingga kini kita dapat menemukan keris di berbagai upacara adat Jawa, salah satunya pada pakaian mempelai pria di pesta pernikahan.

Hingga kini banyak sekali orang mancanegara yang mengoleksi senjata tradisional Jawa Tengah, sebagai wujud kekaguman mereka terhadap benda bersejarah.

Senjata Tradisional Buding

Senjata Adat Khas Suku Jawa

Senjata tradisional ini berasal dari kabupaten terbesar di pulau Jawa, yaitu Banyuwangi, Osing, suku terbesar yang ada di  Banyuwangi masih menggunakan buding sebagai alat pertanian dan senjata hingga kini.

Buding mempunyai bentuk mirip seperti pisau atau golok yang sering kita temui. Akan tetapi, senjata ini memiliki perbedaan yang terletak pada bentuk buding yang lurus dan sedikit memanjang hingga kurang lebih 47 cm. 

Selain itu, senjata tradisional buding juga dilengkapi dengan gagang yang berbahan dasar kayu serta sarung kulit untuk perlindungan.

Senjata Tradisional Bionet

Senjata Adat Khas Suku Jawa

Bionet merupakan senjata tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Pada umumnya bionet mempunyai fungsi serupa dengan buding ataupun pisau dapur. Bedanya bionet mempunyai sisi yang cenderung tumpul. Tapi mempunyai ujung yang sangat tajam.

Hal tersebut yang menjadikan bionet sebagai salah satu senjata paling mematikan dan paling sering digunakan pada masa peperangan.

Senjata Tradisional Celurit

Senjata Adat Khas Suku Jawa

Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah Jawa Timur, terutama Madura pasti sudah mengenal luas senjata tradisional celurit. Senjata ini berbentuk bulan sabit serta memiliki gagang cukup panjang. Umumnya celurit digunakan oleh masyarakat setempat sebagai alat bertani dan bercocok tanam.

Kisah kemunculan celurit sendiri diyakini berasal dari legenda populer Madura tentang seorang pria bernama Sakerah. Sakerah merupakan pejuang pada masa kolonial Belanda yang dikenal selalu membawa senjata berbentuk sabit kemanapun ia pergi.

Senjata khas Sakerah itu pun lalu dikenal luas dengan sebutan celurit hingga sekarang, yang kini ada dua jenis yaitu; celurit wulu pitik dan celurit kembang turi.

Senjata Tradisional Tombak

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Kita pasti pernah melihat senjata tradisional tombak dalam film kolosal Jawa. Sering diceritakan bahwa seorang prajurit kerajaan selalu menggunakan tombak dan juga perisai sebagai alat perlindungan diri. 

Merupakan suatu keharusan bagi seorang prajurit kerajaan memiliki tombak sebagai senjata perlindungan diri dari serangan lawan atau musuh yang jaraknya lebih jauh jika dibandingkan keris.

Orang Jawa juga menggunakan tombak sebagai senjata tradisional, terutama di provinsi Jawa Tengah. Kiai Pleret merupakan salah satu tombak yang terkenal.

Dulunya, tombak sangat diandalkan ketika terjadi peperangan. Sebab mata pisau diujung tombak sangatlah tajam dan dapat membuat musuh mati seketika. Tak hanya digunakan pada masa peperangan, tombak juga selalu digunakan untuk mencari bahan makanan dan berburu.

Senjata Tradisional Condroso

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Tak hanya laki-laki saja yang mempunyai senjata khusus, tapi wanita pun juga mempunyai senjata tradisional yang bernama condroso

Wanita Jawa pada zaman dahulu dikenal sebagai wanita mandiri. Mereka selalu membawa senjata sebagai perlindungan dari kejahatan. 

Dari sinilah wanita Jawa dikatakan wanita yang bisa melindungi dirinya sendiri walau tanpa ada seorang laki-laki.

Namun, senjata yang mereka bawa bukan berbentuk seperti senjata. Melainkan hanya sebatas tusuk konde. Dimana ujung dari tusuk konde ini sangatlah tajam. 

Dengan begitu mereka memberikan nama condroso, yang hingga kini dikenal sebagai senjata wanita Jawa.

Senjata Tradisional Khudi

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Khudi merupakan salah satu perkakas multiguna bagi masyarakat Jawa Barat. Tak hanya untuk senjata tajam, khudi juga dipergunakan sebagai alat perlindungan diri. 

Khudi adalah senjata tradisional sub budaya masyarakat Jawa yang di dalamnya mempunyai simbol.

Simbol khudi sering digunakan dalam bentuk ucapan, tulisan serta juga upacara dan kesenian. Khudi juga dianggap mempunyai daya yang lebih serta dipakai sebagai jimat.

Senjata tradisional khudi memiliki beragam rupa bentuk dan ukuran. Seperti khudi umum, yang biasanya dipergunakan pada seluruh kepentingan. 

Kemudian khudi melem, yang mana alat ini mempunyai bentuk seperti ikan melem dengan ukuran panjang 30 cm dan lebar 10 cm.

Khudi ini sering dipergunakan sebagai pagar bilik atau rumah. Dan yang satunya adalah khudi arit, yang sering digunakan untuk mencari kayu bakar, dedaunan, maupun nira.

Senjata Tradisional Plinthengan

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Plinthengan merupakan permainan anak-anak zaman dahulu yang saat ini masih sangat kental di Jawa. 

Sebagai permainan yang sangat sederhana bagi anak-anak dengan sebuah kayu yang dibentuk sedemikan rupa huruf Y dan diikat menggunakan karet diujung kanan dan kirinya juga selembar kulit hewan di bagian tengah karet.

Pada kenyataanya permainan ini merupakan salah satu senjata tradisional yang terdapat di provinsi Jawa Tengah, hingga sekarang pun masih aktif digunakan oleh anak-anak untuk saran bermain ataupun berburu burung.

Tak hanya itu, plinthengan adalah senjata tradisional Jawa Tengah yang digunakan sebagai sarana hiburan.

Caranya memainkannya dengan menggunakan batu kerikil sebagai peluru kemudian ditarik untuk menimbulkan gaya pegas yang kuat. Cara ini lah yang mereka gunakan sebagai senjata yang dipakai anak-anak.

Senjata Tradisional Wedhung

Senjata Tradisional Khas Suku Jawa

Senjata adat tradisional wedhung merupakan salah satu senjata yang jarang diketahui oleh banyak orang. Wedhung merupakan senjata tradisional provinsi Jawa Tengah yang kepopulerannya kalah dengan keris.

Namun dulunya senjata ini selalu dipergunakan untuk menikam serta digunakan dalam kegiatan sehari-hari oleh masyarakat zaman dulu. Serangka pada senjata tradisional wedhung terbuat dari kayu jati serta bilah mata pisau sangatlah tajam.

Itulah 9 Senjata Tradisional Khas Suku Jawa yang mungkin ada beberapa yang jarang kita ketahui keberadaanya, peran dari kita sangatlah berarti demi menjaga kelestarian senjata tradisional ini. 

Keberagaman ini menandakan bahwa bangsa Indonesia kaya akan budaya yang beraneka rupa bentuknya.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya