kritik cerita pendek menanti bangau lewat

pelajar.web.id - Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas sebuah cerita pendek yang berjudul "Menanti Bangau Lewat". Tanpa berlama-lama lagi berikut adalah pembahasan lengkapnya.


Ulasan dan Sinopsis Cerpen Menanti Bangau Lewat 


Sinopsis Cerita Pendek "Menanti Bangau Lewat" 

Cerpen ini bercerita tentang seorang wanita yang bernama Anis, seorang wanita karir. Anis memiliki keluarga yang sangat harmonis, bersama suaminya hari-hari Anis sangatlah bahagia. 

Meskipun Anis adalah wanita karir namun ia tidak pernag melalaikan tugasnya sebagai seorang istri. Dengan setia dan ikhlas Anis selalu melayani suaminya dengan baik. 

Anis sangat bersyukur memiliki suami seperti Iqbal. Pria yang sangat sabar, penyayang dan perhatian kepada sang istri, terlebih lagi Iqbal selalu pandai menjaga hati dan perasaan istrinya. 

kehidupan Anis pada awalnya sangatlah bahagia, namun mulai muncul konflik dalam diri Anis semenjak Dini adik Iqbal melahirkan anak ke-duanya, pada tahun ketiga pernikahannya. Sedangkan Anis yang pada masa itu telah menginjak usia 5 tahun pernikahan masih belum memiliki anak. 

Kesedihan terun menyelimuti Anis tatkala teman-temannya selalu menanyakan dan bercerita mengenai ank mereka yang semakin lucu-lucunya. Anis bukannya tidak berusaha, ia sering sekali mengunjungi dokter spesialis kandungan untuk berkonsultasi agar harapannya dapat terkabul. 

Bukan hanya sampai disana, Anis juga selalu mendengarkan nasihat dari para sahabat dan orang-orang terdekatnya bagaimana agar ia segera memiliki momongan dan melengkapi kebahagiaannya, namun semua sepertinya sia-sia.

Terkadang dimalam hari Anis menangis memohon kepada Yang Maha kuasa agar diberikan anak yang sangat ia impikan. 

Dan kadang tangisannya semakin pecah ketika ia merasa tidak sempurna sebagai seorang wanita, ia merasa bukanlah wanita yang sempurna sebagai seorang istri untuk suami yang sangat menyayanginya. Beruntung Iqbal selalu bias menenangkan dan menghentikan tangis Anis.

Suatu ketika Anis diminta untuk menganbil pekerjaan di salahsatu panti asuhan. Karena pekerjaan itu Anis menjadi dekat dengan anak-anak panti tersebut, ia sering mengundang dan membuat acara syukuran untuk anak-anak yatim itu dirumahnya dan tentu saja Iqbal ikut membantu dalam acara-acara tersebut. 

Di hari ulang tahunnya Anis mendapat ucapan selamat dari ibu mertuanya yang juga sangat menyayanginya, sedikit doa dan saran dari ibunya membuatnya sadar betapa tuhan sangat menyayanginya dan ditambah lagi dengan ucapan selamat dari suami tercinta yang membuat Anis memakin sadar betapa nikmat tuhan tercurah kepadanya. Dan akhirnya Anis kembali tersenyum lepas tanpa beban.


Ulasan Cerita Pendek "Menanti Bangau Lewat"

Cerpen Menanti Bangau Lewat adalah salahsatu cerpen karangan Asma nadia. Seorang penulis wanita yang sudah sangat terkenal dengan berbagai novel dan cerpen yang sangat digemari pembaca. 

Seperti yang kita ketahui Asma nadia adalah penulis yang sangat cerdas, ia selalu mampu memasukkan nilai-nilai islami dalam settiap karyanya, ia mampu menunjukkan bagaimana mengatasi permasalahan dengan cara yang benar dan sesuai dengan nilai-nilai dan norma agama.

Termasuk dengan cerpen yang satu ini, asmanadia mampu menunjukkan keadaan sosial yang dirasakan seorang wanita yang belum memmiliki anak meskipun dalam usia pernikahan yang telah menginjak umur 5 tahun. Seperti dalam kutipan:

“Setelah menutup telpon Anis termenung sesaat. Ia jadi teringat usia pernikahannya yang telah memasuki tahun ke lima, tapi belum juga ada tangis si kecil menghiasi rumah mereka”
“Berita dari ibu tadi membuat Anis teringat lagi. Teringat akan kerinduannya menimang si kecil, buah hatinya sendiri.”
“Seiring dengan berjalannya waktu dan tak hentinya orang bertanya, dari mulai keluarga sampai teman-temannya, tentang kapan mereka menimang bayi, atau kenapa belum hamil juga, Anis mulai khawatir. Fitrahnya sebagai wanita juga mulai bertanya-tanya,”
“Ditengah kebahagiaan rumah tangganya ada cemas yang kian mengganggu Anis. Kerinduan menimang bayi semakin menghantuinya”

Hal ini memang sering terjadi dalm kehidupan nyata dalam masyarakat, dimana ada rasa cemburu melihat orang lain telah memiliki anak. Dan tentusaja ada kerinduan yang teramat sangat memiliki anak bagi pasangan yang telah lama menikah seperti tokoh Anis dalam cerpen menanti bangau lewat ini.

 Asmanadia menyadari konflik mengenai hal ini sangat sering terjadi dalam masyarakatr kita. Bahkan terkadang orangtua merasa tidak puas apabila tidak bias mendapatkan cucu dan mulai membenci menantunya.

Di dalam cerpen ini sungguh tergambar realita sosial masyarakat. Seperti bagaimana senangnya mertua menimang cucu, hal ini digambarkan asmanadia dalam kutipan:

“Baru beberapa jam yang lalu Ibu Mas Iqbal, suaminya, menelepon, "Nis, Alhamdulillah, barusan ini keponakanmu bertambah lagi..." suara ibu terdengar sumringah di ujung sana.”
“ “Laki-laki, cakep lho Nis, mirip Mas mu waktu bayi…" Ibu tertawa bahagia. Dini memang adik yang termirip wajahnya dengan Mas Iqbal. “

Dalam kutipan-kutipan diatas, tampak jelas betapa orangtua sangat senang apabila mendapatkan cucu dari anknya. Orangtua akan semakin menyayangi anaknya apabila sudah ada cucu yang diberikan untuknya.

Begitulah keadaan yang terjadi dalm masyarakat, terkadang hal ini membuat pasangan yang tak kunjung memiliki anak merasa minder dan tertekan oleh keinginan ibu mereka yang ingin segera memiliki anak. 

Dan cerdasnya disini Asma nadia mengemas konflik batin dalam diri tokoh itu sendiri. Asma nadia tidak menciptakan tokoh yang memaksa Anis si took utama cerpen dalam memiliki anak. Baik itu mertua maupun suaminya tetap saying kepadanya meskipun ia belum dikaruniai anak.

Hal seperti ini juga sering terjadi dalam masyarakat, dimana diri sendiri lah yang menjadi momok yang menakutkan bagi sang tokoh. Sehungga menghasilkan konflik batin di dalam dirinya.

Hal lain yang merupakan cerminan kenyataan yang terdapat dalm cerpen ini adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh tokoh dalam mendapatkan anak. Karena tekanan yang luarbiasa dalam dirinya tentang bagaimana agar ia segera memiliki anak, Anis sering melakukan apa yang disarankan oleh orang-orang terdekatnya.

Anis sering ke dokter kandungan untuk pemeriksaan kesehatan rahimnya. Dan hal-hal lain asalkan tidak melanggar syariat islam juga dilakukan Anis. Seperti dalm kutipan:

“Atas saran dari banyak orang Anis mencoba konsultasi ke dokter kandungan. Seorang dokter wanita dipilihnya. Risih juga ketika menunggu giliran di ruang tunggu klinik,”
“Setelah itu mulailah usaha Anis dan suaminya lebih gencar dan serius mengupayakan kehamilan. Satu demi satu saran yang diberikan orang lain mereka lakukan, sejauh itu baik dan tidak melanggar syariat Islam.”
“Beberapa dokter wanita juga kadang mereka datangi bersama, meski lagi dan lagi sama saja hasilnya. Sementara hari demi hari, tahun demi tahun terus berlalu”

Dalam kutipan-kutipan diatas terlihat betapa inginnya pasangan suami istri dalam mendapatkan anak. Apa yang dilakukan pasangan ini sama seperti apa yang dilakukan banyak pasangan dalam kehidupan nyata. Dimana pasangan-pasangan yang belum dikaruniai anak akan melakukan apapun yang dirasa perlu untuk mewujudkan apa yang sangat mereka impikan tersebut. 

Dan dalam cerpen ini kembali asmanadia memasukkan hawa islami, ia memberikan sedikit warna islami yang Nampak pada kutipan “sejauh itu baik dan tidak melanggar syariat islam” terlihat kecerdasan penulis dalam hal ini.

Kemudian dalam cerpen ini digambarkan bagaimana sikap Iqbal, seorang suami yang sempurna bagi Anis. Dalam cerpen digambarkan iqbal sebagai suami yang peka dan lembut serta sangat menjaga hati dari sang istri, seperti dalam kutipan :

“Kadang Anis menangis ketika semakin gencar pertanyaan ditujukan padanya atau karena cemas yang kerap mengusik tidurnya. Mas Iqbal selalu sabar menghiburnya "Anis...apa yang harus disedihkan, dengan atau tanpa anak rumah tangga kita akan berjalan seperti biasa.”
“Suaminya memang tahu kapan Anis sedang mendalam sedihnya dan harus dihibur agar tidak semakin larut dalam kesedihannya. Di saat-saat seperti itu memang cuma suaminya yang paling bisa menghiburnya,”
“Kadang Anis heran kenapa Mas Iqbal bisa begitu sabar dan tenang, seolah-olah tidak ada apapun yang terjadi. Dia selalu ceria dan optimis seperti biasa.”

Dalam dunia nyata sudah mulai sedikit pria yang seperti Iqbal ini, namun tentu masih ada. Dan dengan adanya penggambaran suami yang baik ini maka bias saja membangkitakn rasa bagi para suami untuk merubah sikap seperti tokoh Iqbal ini, karena dengan bersikap seperti tokoh Iqbal maka akan didapatkan hubungan rumah tangga yang harmonis seperti keluarga Iqbal.

Unsur nyata lain yang terdapat dalam cerpen ini yaitu perasaan cemburu para wanita yang sudah memiliki anak. Seperti dalam dunia nyata, pada umumnya wanita yang telah memiliki anak merasa mobilitasnya semakin terbatas, karena ada anak yang harus mereka jaga dan mereka perhatikan.

Sehingga akan mengurangi kebebasan mereka dalam kegiatan sehari-hari. Dan kebiasaan yang dilakukan oleh wanita apabila telah berkumpul selalu membicarakan keluarga mereka. Hal itu terlihat dalam kutipan:

“Kadang-kadang beberapa teman menyatakan kecemburuannya terhadap Anis yang bisa melakukan banyak hal tanpa harus disibuki oleh rengekan si kecil”
“Buatnya itu hal biasa, usia mereka memang usia produktif. Jadi wajar saja kalau pembicaraan biasanya seputar pernikahan, kehamilan, atau perkembangan anak-anak mereka yang memang semakin lucu dan menakjubkan, atau cerita lain seputar itu.” 

Dalam kehidupan sosial masyarakat kita, nbanyak ibu-ibu yang merasakan hal ini. Mulai muncul paradigma yang salah dalam pikiran mereka, yaitu apabilasudah memiliki anak maka akan terasa dibelenggu dan diikat sesuatu. 

Terutama bagi ibu muda yang masih sangat senang jalan-jalan dan melakukan kesenangan diluar rumah. Dan layaknya di kehidupan nyata memang apabila wanita-wanita sedang berkumpul, mereka cenderung senang bercerita. Baik itu cerita seputar keluarga, anak-anak, suami dan lain sebagainya. 

Dan dalam cerpen ini terdapat banyak nilai-nilai keislaman yang bias dijadikan pengajaran bagi kita dalam menjalankan kehidupan, seperti dalm kutipan:

“Ada festival Islam yang akan digelar, mungkin karena tidak banyak designer interior berjilbab rapi seperti Anis, ia dipercaya merancangnya.”
“Selesai shalat Anis terlelap. Dalam mimpinya ia bermain bersama beberapa gadis kecil. Senang sekali.”
“Anis jadi menyadari betapa sebenarnya karunia yang diberikan Allah padanya begitu banyak dan berlimpah.”
“Dengan banyak bersyukur tentu Ia akan lebih banyak memberikan lagi nikmat-Nya.”
“ "Anis, selamat ulang tahun ya…semoga semakin bertambah keimanannya, sehat, bahagia dan cepat mendapatkan momongan", ujar ibu mendo'akan.”
“ Ingat lho Nis, apa saja yang kita dapatkan itu sudah hasil seleksi dari sana dan itu adalah yang terbaik untuk kita. Kita harus ikhlas, sabar, dan senang menerimanya. Istri-istri Rasululloh pun ada yang tidak diberi momongan dan itu bukan dosa. Yang penting kita tak putus usaha dan berdo'a, bagaimana hasilnya biar Allah saja yang menentukan, ibu menasehati”
“ Ia yakin tidak akan ada do'a dan usaha yang sia-sia. Hanya Allah yang tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, tidak mungkin Ia mendzholimi hamba-Nya dan Ia yang akan mengabulkan do'a”
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kalau mereka mengetahui." (Al Ankabuut, 64)”

Dari cerpen ini terlihat kehidupan yang islami dalam keluarga Anis. Disini paratokoh saling mengingatkan dan saling menjaga satu sama lainnya. 

Dan begitu banyak pengajaran hidup yang dapat pembaca ambil dari cerpen ini untuk menciptakan keluarga islami dan harmonis tentunya.

Asma nadia memiliki kekuatan tersendiri dalm tiap-tiap cerpennya, beliau selalu mampu memasukkan nilai-nilai Religi dalam tiap karangannya. 

Baik itu cerpen maupun novel. Ini merupakan keistimewaan yang dimiliki Asma nadia.

Namun masih ada kekurangan dalm novel ini, menurut pandangan pengkritik konflik yang dihadapi atau yang terjadi dalam novel ini masih menggantung dan belum mencapai tahap klimaks.

Dan penyelesaian dari cerita juga masih sangat mudah dan sederhana sehingga kepuasan membaca cerpen sedikit menurun diakhir bacaan. 

Namun diluar itu semua cerpen menanti bangau leat ini adalah cerpen yang memberikan banyak manfaat bagi pembacanya jika pembaca bias menerapkan nilai-nilai religious yang terdapat dalm cerpen ini.

Demikian artikel mengenai Ulasan dan Sinopsis Cerpen Menanti Bangau Lewat (Lengkap) semoga dapat bermanfaat.



0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya