Kumpulan Cerpen Bahasa Indonesia

pelajar.web.id - Kesempatan kali ini admin akan membagikan sebuah cerpen yang berjudul "Rezeki Tanpa Diduga" karya Muthia Nadhira.

Rezeki Tanpa Diduga

Karya: Muthia Nadhira


Paparan matahari pagi memaparkan kehangatannya angin berhembus ke arah barat yang diiringi oleh kicauan-kicauan burung, angin membawa dedaunan kearah seorang anak perempuan berambut panjang ikal dengan fostur tubuh yang tinggi, bermata coklat dengan kulit putih, dengan bibir merah merona yang menambah kesan manis pada anak tersebut yang bernama Kim, yang bersekolah disalah satu asrama besar yang ada dimedan.

KRING...........KRING....... suara bel masuk membuyarkan lamunanku dari semua rasa lelahku pada waktu sebelumnya yang akan dimulai kembali sesaat lagi,aku berjalan pada lorong kelas yang ramai sebab anak-anak yang lain berhamburan masuk kedalam kelas
mereka masing-masing.


“Selamat pagi menjelang siang anak-anak”ucap guru IPA.
“Pagi menjelang siang bu”jawab ank-anak serentak.
“Baiklah sekarang buka buku kalian hal 99”sambung ibu guru.
“Siap bu”jawab murid dengan serentak.

 

Skip pulang sekolah

"Haa.. gilak mau botak pala aku ini mendengar penjelasan ibu itu ya tuhan" tutur Kai sambil mengusap-usap kepalanya.

“Yaelah kai segitu aja pala lu udah botak apa lagi aku? Uuuu mau pecah”sambung Daniel yang disertai muncratan air dari mulutnya.

“Woy daniel lu kalo ngomong gak usah ampek sini juga napa air liur lu itu, iss jijik tau gk” protes Mika karna ulah Daniel.

“Hehehe sorry atuh Mika jangan marah elah gk sengaja aku tuh” maaf Daniel pada Mika yang dijawab anggukan oleh Mika

“Sutt kalian bisa diam gk sih sebentar aja ini udaranya udah panas ditambah ocehan kalian tambah panas ini dunia”geram Kim

“Maafkan lah kami teman-teman mu ini yang Kim kucinta”kata Mika perwakilan dari semua teman-temannya yang dijawab hanya anggukan oleh Kim.

“Gaes..stop gaes lihat gk tuh ada tukang es belik kuy haus ni”tawar Kai

“kuylah kuy”jawab mereka serempak


Sampai ditempat es


“Bang esnya empat ya coklat semua”kata Daniel

“Siap, ini esnya semuanya 40 ribu”jawab abang penjual es sambil memberikan kantung plastik berisi es

“ini bang uangnya, makasih ya bng”kata Daniel yang dijawab anggukan oleh abng es

“Ini esnya tapi duitnya dulu 10 ribu satu orang”kata Daniel yang menganbil uang teman-temannya.

“Hey gaes kalian ada liat uang aku gk,aduhh dimana itu uang tinggal satu-satunya pulak itu uang bulan ini”panik Kim sambil mencari uangnya

“emang berapa”tanya Kai

“100 ribu uang baru satu lembar”jawab Kim yang panik

“Remuk gak uangnya?”tanya Kai lagi yang dijawab angguka sama Kim

“Caelah, tadi aku liat ada abang-abang ngambil lo depan gerbang tadi? Teriak Kai

“Yahh kenapa gak bilang sama aku sih Kai”kata Kim

“Ya mana aku tau itu duit kamu Kim,aku kira itu duit dia yang jatuh,kamu pulak ceroboh amat,emang kamu gk ada uang lagi apa”tutur Kai

“Gk ada itu yang terakhir uang aku dah habis, iss gimana ini?”khawatir Kim

“Udah gakpapa anggap ambil aja,aku ikhlas kok,nih”kata Daniel sambing memberikan kantung esnya”

“Makasih ya Nil,tapi itu uang untuk 1 minggu kedepan,mama ku belum kirim uang”sambung Kim
“Udah nanti kami bantu”jawab Mika

“Makasih ya gaes”kata Kim yang dijawab anggukan oleh mereka serentrak dan beranjak untuk pulang.

Mereka berjalan menyusuri jalanan yang lumayan sepi menuju asrama tempat mereka tinggal, sambil berjalan mata Kim tertuju pada suatu benda berwarna coklat tersebut, betapa terkejutnya, ia menemukan sebuah dompet dengan uang yang banyak dan berkas lainnya yang ada didalalm dompet tersebut.

“Gais sinilah,ini lah yang dinamakan rezeki anak soleha aku nemuin duit,pas sekali aku sangat butuh ini duitnya”kata Kim dengan senyum sumriyahnya sambil menunjukkan dompet tersebut

“Ihh jangan Kim,jangan diambil bukan hak kita lo,kamu mau berdosa haram
itu”nasehat Mika

“Tapikan aku butuh duitnya”sambung Kim

“Sama aja kamu berdosa ngambil yang bukan milik kamu,kita gak pernah diajarin untuk ngambil milik orang lain, mending kita kembalin ke pemiliknya kesian orang yang punya ini”sambung Kai

“Dari mana kita kaun orangnya?”tanya Kim

“Buka dong dompetnya oasti ada KTP didalamnya apa payah”santai Daniel

“Oiya,ini ni orangnya namanya bapak Muhammad Hanian, alamatnya di JLN. AMIR HAMZAH NO 9 tapi keknya dia udah tua deh liatni dia lahir tahun 1954 umurnya 65”kata Kim sambil menunjukkan KTP tersebut.

“Iya udah tua ,bagus alamatnya agak dekat dari asrama jadi mudah,yaudah sekarang kita ganti baju abis itu kita pergi kembaliin dompek kakek ini”kata Kai sambil berjalan ke arah asrama yang disusul oleh teman-temannya.

Mereka berjalan melalui jalanan yang ramai akan kendaraan tanpa ada rasa lelah yang muncul di wajah mereka baik teman-teman Kim setia membantu dirinya, setelah menempuh jarak yang lumayan jauh mereka sampai juga pada alamat tujuan mereka dengan rumah mewah besar dengan taman bunga disekitar rumah tersebut.

“Ini dia rumahnya nomornya juga 9, hai liat sepertinya itu deh kakeknya mirip sama yang dipoto”kata Kim dengat melihatkan poto yang ada di KTP.

“Iya benar itu dia kakeknya, ayo kita samperin balikkan dompetnya abis itu kita pulang”sambung Daniel sambil berjalan mendekati kakek tersebut

Mereka menghampiri kakek tersebut sambil mengucap salam dan memberikann dompet kakek hanian tersebut dan menceritakan semuanya pada kakek tersebut, betapa senangnya saat kakek tersebut mendapatkan kembali dompetnya. 

“Terima kasih sebesar-besarnya kakek ucapkan kepada kalian semua, kakeh mohon terimalah ini sebagai ucapan terima kasih dari kakek”sambil memberika uang 150 ribu kepada mereka berempat untuk dibagi nantinya.

“Gak kek makasih tapi kami ikhlas kok lakuinnya”sambung Kim sambil menolak

“Iya kakek ngerti tapi kakek juga ikhlas kok memberikan ini,jadi kakek mohon diambil ya”kata kakek sambil memberikan uang yang diambil oelj Kim

“Makasih banyak ya kek, kami pamit dulu nanti kami dicariin sama guru”kata Kim yang berterima kasih sambil salam sama kakek dan teman-temannya

“Iya hati-hati ya nak”kata kakek yang dijawab anggukan oleh mereka
Saat dijalan

“Ini kita bagi 3 uangnya”kata Kim

“Gak usah ambil aja buat kamu Kim kamu lebih membutuhkan ya kan gaes sama kamu juga jangan ceroboh lagi ya”kata Mika yang dijawab sawutan ya dari temannya

“Makasih ya semua,aku janji gak akan ceroboh lagi dan aku beruntung dapat teman seperti kalian”kata Kim yang dijawab angkatan jempol dari temannya kepadanya sambil berjalan dengan gembira dibawah redup sinar matahari.


Demikian artikel mengenai Contoh Cerita Pendek Rezeki Tanpa Diduga karya Muthia semoga dapat bermanfaat.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya