Kumpulan Cerpen Bahasa Indonesia


pelajar.web.id - Berikut adalah Cerpen berjudul "Jawaban Sebuah Doa".

Jawaban Sebuah Doa


Pagi telah datang, matahari bersinar dan mulai menerangi dunia dengan cahayanya yang indah. Ku buka mataku dan mulai beranjak dari tempat tidurku. Ku hampiri jendela yang berada tepat di depanku. 

Cahaya matahari yang indah langsung menyapaku dengan riangnya. Ku tatap langit yang indah seakan akan ingin mengucapkan selamat pagi hingga mambuat diriku bertanya pada langit "Apa aku masih bisa melihatmu seperti ini?". Entah kenapa pikiran itu melintas di pikiranku.

Lima menit berlalu, kuhampiri lemari pakaianku yamg berada tepat di sebelah tempat tidurku. Ku buka lemariku, kuambil seragam sekolahku, tanpa ku sadari aku menjatuhkan sebuah foto. 

Aku sudah selesai bersiap siap, saat ingin keluar aku menyadari bahwa aku telah menjatuhkan sebuah foto.

Seseorang yang memiliki postur tubuh yang sama denganku, berbadab tinggi, kulitnya putih, bola matanya seperti orang Barat hitam kecokelatan, alisnya rapi seperti semut beriring,bulu matanya lentik, dan rambut ikalnya nan panjang terurai berkilau membentang ke bawah. 

Perawakan yang sempurna. Ya, dia adalah Clara, saudari kembarku. Entah sudah berapa lama foto itu sudah tidak ku pandang lagi. Ketika melihat foto itu, aku seakan akan teringat pada kejadian dua tahun lalu. 

Kejadian yang memaksa kami harus berpisah.Kejadian yang paling memilukan sepanjang sejarah hidupku. Kejadian yang hampir sama kini akhirnya ku alami sendiri. Semakin hari kekawakhtiranku semakin bertambah. 

Ku tatap foto itu sambil melihat kertas hasil diagnosa dari dokter, bahwa aku mendapat penyakit kanker darah yang dapat di katakan cukup ganas. Aku tak kuasa menahan air mataku.

Aku menangis sampai terisak isak, sampai air mataku hamper membasahi foto dan hasil diagnosa penyakitku. 

Ku hapus air mata yang membasahi pipiku lalu aku oergi menuruni tangga untuk bertemu keluargaku di meja makan.’’Selamat pagi sayang’’. Itu Ibuku, dia orang yang ramah, ia sangat mirip denganku hanya saja Ibuku memakai kaca mata yang membuat dirinya semakin cantik.”Pagi juga bu”. Sapaku pada Ibuku.

"Tika ayo duduk sini kita sarapan bersama". Kali ini yang memanggilku, itu abangku, dia sangat baik padaku, tapi terkadang dia juga jahl, suka banget gangguin aku, tapi dia orang yang selalu membela dan menjagaku dari jauh.

Tentu saja aku dating menghampirinya. "Di mana Ayah?", tanyaku pada abangku. “Ayah tadi pagi pagi sekali sudah pergi, katanya si ada urusan mendadak dan Ayah akan tinggal di sana selama tiga hari”, jawab abangku sambil asyik mengolesi selai ke roti. “Ayo cepat, kalian harus pergi sekolah kan?, nanti telat lo”, kata Ibuku dengan nada yang lembut.

Setelah ku dengar perkataan Ibuku, aku berdiri dari kusiku dan dating menghampirinya lalu memeluknya dengan erat sambil berkata”Mungkin ini yang terakhir kalinya bagiku untuk memeluk Ibu’’ Entah kenapa aku mengucapkan kalimat yang membuat Ibuku sedih.

Ibu yang mendengar perkataanku hanya bisa menangis dan meratapiku. ‘’Ya sudah, kalian harus pergi sekolah nanti kesiangan” kata Ibu padaku sambil menangis. 

Aku pergi keluar dari pintu menuju mobilku. Sampai di sekolah aku hanya bisa diam dan berfikir”Tidak bisakah aku habiskan waktu bersama keluargaku? Hanya satu jam saja”. Tanyaku dalam hati. Waktu ku untuk sekolah sudah selsai, aku mendapat message dari Ibuku yang menyuruhku untuk langsung menghampurinya ke rumah sakit. 

Aku menyusul Ibu kerumah sakit karena ini jadwalku periksa keadaanku. Lima menit waktu yang kugunakan agar sampai di rumah sakit. Aku pergi menjumpai Ibuku yang sudah berada di ruang periksa.Dokter menyuruhku untuk meletakkan tubuhku langsung di ruang periksa. Setelah di periksa ternyata penyakit yang tinggal di tubuhku selama ini hilang begitu saja. 

Sebulan yang lalu dokter memeriksaku dan aku di vonis bahwa umurku sudah tidak lama lagi. Tapi hari ini Tuhan menjawab doa doa ku selama ini. Akhirnya penyakit yang tinggal di tubuhku sudah hilang. 

Keluargaku yang mendengar berita ini sungguh gembira terutama Ibuku. Ku peluk Ibuku dengan erat sambil menangis dan berkata dalam hati”Terima kasih Tuhan, kau telah memberikan berita yang begitu membuatku gembira. Thanks God. Dan akhirnya aku pulih dan bisa berkumpul bersama keluargaku kembali seperti semuala.

Demikian artikel mengenai Contoh Cerita Pendek Jawaban Sebuah Doa semoga dapat memberikan manfaat.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya