macam tembang macapat

Macam - macam Tembang Macapat dan Pembahasannya (Lengkap) -- Pada kesempatan kali ini pelajar.web.id akan membagikan sebuah artikel yang berkaitan dengan sekar macapat atau yang sering disebut tembang macapat. 

Juga sudah disertakan contoh sekar macapat (buatan sendiri), gancaran dalam bahasa jawa serta masih banyak lagi dan dapat kalian pergunakan secara gratis tentunya. 


Materi tentang jenis serta macam Sekar Macapat di bawah ini dibuat dengan dasar para ahli, buku dan sumber-sumber relevan, berikut adalah ulasan lengkapnya.alert-info


Macam-macam Tembang Macapat dan Pembahasannya (Lengkap)


Dalam kebudayaan Jawa, khususnya sekar macapat perlu dilestarikan keberadaannya supaya tetap dapat mewariskan nilai-nilai kebudayaan Jawa yang terkandung di dalamnya. 

Para generasi muda juga mesti mempelajari budaya daerah supaya lebih dekat dan mengenal daerah sendiri.

Hal tersebut dimaksudkan agar para generasi muda bisa menyaring atau memilah budaya luar yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Indonesia. 

Mempelajari budaya daerah dapat mengembangkan rasa cinta terhadap kebudayaan daerah di Indonesia yang menjadi identitas atau jati diri bagi bangsa ini.

Tembang Macapat mewujudkan salah satu hasil karya sastra kebudayaan Jawa yang luhur. 

Selain mempunyai unsur keindahan dalam sastranya, tembang macapat ini juga memuat ajaran-ajaran yang baik dan dapat diambil manfaatnya.

Sebelum lebih jauh lagi mengenai pembahasan tentang tembang macapat, kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan tembang macapat.

Tembang Macapat atau Sekar Macapat adalah karya sastra yang memuat nilai-nilai budaya Jawa dan dirangkai dengan kata-kata yang adiluhung (sangat baik), edi (baik) dan endah (indah). 

Secara istilah tembang macapat berasal dari kata manca atau panca lima dan tembung pat atau mempunyai singkatan repat (kumpul atau berkumpul). 

Sedangkan macapat berasal dari kata maos (membaca) atau nglagokaken (melagukan) dan kata pat lalu berubah (mingseding) menjadi kata mat, yang mempunyai arti enak, nikmat (sekeca).

Sekar Macapat mempunyai aturan dalam pembuatannya atau yang biasa disebut dengan paugeran. Paugeran tersebut terdiri dari Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Wilangan.

  • Guru Gatra adalah jumlah baris (larik) dalam satu bait (pada) tembang macapat.
  • Guru Lagu adalah huruf vokal (dhong-dhing) yang terdapat di akhir kata dalam setiap baris atau larik dalam satu bait tembang macapat.
  • Guru Wilangan adalah jumlah suku kata (wanda) dalam setiap bait atau pada.

Pendapat para ahli mengatakan bahwa, tembang dikategorikan menjadi tembang para (aturan sederhana, tidak ketat) contohnya adalah geguritan dan tembang yasan (aturan ketat dan kompleks) contohnya gambuh, pangkur. Guru lagu, guru gatra, dan guru wilangan adalah aturan-aturannya.

Tembang Yasan dibagi menjadi tiga jenis,


Tembang Gedhe (Sekar Ageng)

Salah satu jenis tembang yang mempunyai jumah suku kata yang sama disetiap barisnya. Contohnya adalah mintajiwa, kusumastuti, dan pamularsih.


Tembang Tengahan (Sekar Tengahan)

Tembang tengahan, contohnya adalah jurudemung, girisa, dan balabak.


Tembang Macapat (Sekar Alit)

Sekar macapat memiliki aturan yang ketat seperti guru lagu, guru gatra dan guru wilangan serta termasuk salah satu jenis tembang yasan.

Nah, berikut penjelasan lebih lanjut tentang 11 tembang macapat (sekar alit) yang mempunyai nilai-nilai budaya yang tinggi:


Tembang Macapat Maskumambang

Maskumambang memiliki arti dalam Bahasa Jawa yang dimaknai sebagai maskentir (emas yang terhanyut) atau emas kumambang (emas yang terapung). 

Sekar macapat maskumambang menggambarkan perjalanan kehidupan manusia ketika masih berada di alam ruh, dan memberi gambaran tentang janin yang ada dalam kandungan rahim ibu hamil (gua garba).

Tembang maskumambang dijadikan tanda kehidupan baru manusia yang dimulai ketika masih ada di alam ruh. 

Akan tetapi, ada yang menggambarkan bahwa sekar maskumambang sebagai pertanda kehidupan manusia saat masih di dalam gua garba (rahim ibu), tetapi belum ada yang mengetahui jenis kelamin dari bayi tersebut.

Baca Juga:

  • Tembang Macapat Maskumambang (Pembahasan Lengkap)
  • Contoh tembang maskumambang semua tema

 

Tembang Macapat Mijil

Mijil memiliki sinonim dalam Bahasa Jawa yaitu medal, wiyos, sulastri, wijil, wurya, wedhar dan rarasati yang berarti keluar dalam Bahasa Indonesia. Kata mijil berarti lahir dalam Bahasa Indonesia. 

Tembang Mijil ini menceritakan perjalanan hidup manusia ketika terlahir di dunia sesudah sembilan bulan dalam gua garba (rahim ibu) yang masih lemah dan suci.

Kata Wijil yang merupakan kata lain mijil dalam Bahasa Jawa dapat diartikan sebagai pintu (lawang dalam Bahasa Jawa). 

Sedangkan kata lawang merujuk pada salah satu jenis tumbuhan rempah-rempah yang memiliki bau harum.

Dalam filosofi orang Jawa tembang macapat mijil merupakan simbol sebuah benih atau biji yang dilahirkan ke-dunia.

Baca Juga:

  • Tembang Macapat Mijil dan Pembahasan (Lengkap)
  • Contoh Tembang Mijil Tema Pendidikan dan Tema Lainnya

 

Tembang Macapat Kinanthi

Kinanthi berasal dari kata dikanthi-kanthi yang mempunyai arti diarahkan, dibimbing, atau didampingi

Istilah kinanthi diwujudkan jabang bayi merah yang merekah atau berkembang menjadi buah hati yang dikanthi-kanthi oleh kedua orangtuanya sebagai anugrah yang luar biasa.

Orangtua selalu mendampingi dan mengarahkan buah hati. Anak merupakan harapan, tumpuan serta anugrah yang harus dijaga.

Baca Juga:

  • Tembang Macapat Kinanthi serta Penjelasannya
  • Contoh Tembang Kinanthi Tema Sekolah, Pendidikan dan lainnya (Lengkap)

 

Tembang Macapat Sinom

Beberapa kalangan menyebut Sinom dengan istilah Si enom isih enom (masih muda). 

Sinom dalam Bahasa Jawa sering disebut daun asam muda (yang masih muda) yaitu berkembangnya jabang bayi menjadi remaja. 

Remaja yang menjadi harapan dan pujaan orang tua dan keluarga sangat diharapkan tidak salah arah karena belum banyak pengalaman dan jiwanya belum matang, sehingga sering salah langkah dan arah. 

Maka segala tingkah laku dan perbuatannya sering menjadi pertanyaan orangtua. Wajar karena masih enom sering salah kaprah.

Baca Juga:

 

Tembang Macapat Asmarandana

Makna kata atau arti dari asmarandana yaitu asmara (cinta) dan dahana (api) yang berarti api cinta/api asmara

Sekar macapat asmarandana merupakan tembang yang mendeskripsikan gejolak asmara yang dialami oleh manusia. 

Kehidupan manusia yang didorong oleh motivasi harapan dan asa asmara umumnya dialami remaja. 

Hidup akan bergairah lantaran gema asmara yang membahana dalam dada. Oleh karena itu perlu waspada agar tidak terlena oleh asmara atau cinta yang membutakan (memabukkan).

Baca Juga: 

  • Macapat Asmarandana dan Pembahasan Arti, Lirik/Syair, Makna LENGKAP
  • Contoh Tembang Macapat Asmarandana (karya sendiri)

 

Tembang Macapat Gambuh

Bila menunjuk dari Bausastra Jawa. Gambuh berarti Kulina (sudah terbiasa) atau gampang nambuh. Namun ada yang memaknai sekar gambuh sebagai jumbuh (kecocokan).

Baca Juga:

  • Contoh Tembang Macapat Gambuh Tema Pendidikan


Tembang Macapat Dhandhanggula

Dhandanggula berasal dari kata dhandhang yang berarti melambangkan duka, dan gula yang terasa manis sebagai lambang suka.

Sekar Macapat Dhandanggula menggambarkan kehidupan remaja yang beranjak menjadi dewasa. 

Perubahan yang sering terjadi dari berkhayal menjadi ingin berkelana mencoba hal-hal yang belum pernah dirasakan yaitu suka dan dukanya dikehidupan nyata.

Baca Juga:

  • Tembang Macapat Dhandhanggula (Gancaran, Makna, Lirik Lengkap)
  • Contoh Tembang Macapat Dhandanggula (Tema Pendidikan, Sekolah dan tema lainnya)


Tembang Macapat Durma

Beberapa kalangan mengartikan durma sebagai munduring tatakrama (mundurnya etika) namun ada juga yang berpendapat bahwa sekar macapat durma berasal dari kata derma yang berarti suka memberi rezeki pada orang lain.

Macapat Durma menggambarkan keadaan manusia yang cenderung berbuat tidak baik atau buruk. 

Manusia sering tidur atau cekcok, maunya menang sendiri tidak mau memahami perasaan orang lain dengan menuruti egonya atau menuruti hawa nafsunya.

Salah satu sikap yang kurang baik sebagai gambaran keadaan manusia. Untuk itu perlu berhati-hati, selalu eling dan waspada.

Baca Juga:

  • Pembahasan dan Gancaran Tembang Macapat Durma
  • Contoh Tembang Macapat Durma tema Pendidikan
  • Contoh Tembang Macapat Durma tema Lingkungan
  • Contoh Tembang Macapat Durma tema Sekolah
  • Contoh Tembang Macapat Durma tema Kesehatan  

 

Tembang Macapat pangkur

Pangkur juga bisa berarti mungkur (mundur atau mengundurkan diri). 

Hal ini memberikan gambaran bahwa manusia memiliki fase kemunduran dari kehidupan duniawi dan menuju kehidupan ukhrowi atau mundurnya kehidupan nagawi menuju kehidupan jiwa atau spiritualnya

Baca Juga:

  • Contoh Tembang Pangkur Tema Pendidikan
  • Contoh Tembang Pangkur Tema Lingkungan 
  • Contoh Tembang Pangkur Tema Sekolah
  • Contoh Tembang Pangkur Tema Kesehatan

 

Tembang Macapat Megatruh

Beberapa kalangan mengartikan megatruh berasal dari kata megat atau pegat yang berarti berpisah dan ruh yang berarti nyawa

Dengan demikian memberikan pengertian berpisahnya antara jiwa dan raga.

Tembang ini memberikan gambaran tentang keadaan manusia pada saat ruh dicabut kembali kepada sang pencipta (khalik).

Baca Juga:

  • Sekar Macapat Megatruh (Gancaran, arti, lirik, makna Lengkap)
  • Contoh Macapat Megatruh buatan sendiri Tema Pendidikan
  • Contoh Macapat Megatruh buatan sendiri Tema Lingkungan
  • Contoh Macapat Megatruh buatan sendiri Tema Sekolah


Tembang Macapat Pucung

Pucung atau sering disebut pocong dapat diartikan sebagai jasad yang dibungkus kain kafan diikat dengan tali di bawah kaki, tengah sekitar pusar dan atas sekitar kepala. 

Raga yang telah ditinggalkan ruhnya umumnya akan dirawat dan disucikan sebelum ia kembali ke asalnya yaitu rahim ibu pertiwi (tanah).

Baca Juga:

  • Contoh Tembang Pocung tema Kebersihan
  • Contoh Tembang Pocung tema Nasehat
  • Contoh Tembang Pocung tema Lingkungan
  • Contoh Tembang Pocung tema Sekolah

Beberapa link mungkin belum aktif, karena masih dalam proses pengerjaan. alert-error


Mungkin kami nanti akan memperbaiki dan melengkapi artikel Tembang Macapat ini, agar lebih baik lagi. 

Sekar macapat harus tetap kita lestarikan dan jaga keberadaanya, karena kalau bukan kita siapa lagi?

Jika ada pertanyaan, saran, kritik dan hal lainnya yang masih berkaitan dengan lingkup pendidikan serta perkembangan website ini silahkan tanyakan melalui kolom komentar atau hubungi melalui halaman Kontak.alert-info

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya